Sunday, March 28, 2010

MATERI TARBIYAH

Al-Islam Fikratan ( Islam Sebagai Fikrah )
A. Tujuan Materi
1. Memahami Islam sebagai fikrah yang sesuai dengan fitrah dan bashirah manusia.
2. Menyadari bahwa hanya Islamlah yang dapat memberikan jawaban yang benar tentang ketuhanan, kenabian, peribadatan, alam semesta, manusia, dan hakikat kehidupan.
3. Termotivasi untuk beramal Islami dengan fikrah Islamiyah di tengah masyarakat
A. Kisi-kisi Materi
1. Dua bentuk sumber fikrah:
• Iman dengan bashirah (QS. 12:108 )
• Kekufuran dengan hawa nafsu (QS. 25:43 , 45:23 )
2. Semua dalam rangka memahami 6 hakikat besar yaitu: Allah, risalah, ibadah, alam semesta, manusia, dan kehidupan.
3. Keimanan membentuk persepsi yang benar — memunculkan fikrah Islamiyah— dalam ideologi Islam, dan teraplikasi dalam amal Islam melalui tingkah laku dan harakah Islamiyah.
4. Kekufuran membentuk persepsi yang salah— memunculkan pemikiran jahiliyah—dalam ideologi jahiliyah, dan akhirnya beraplikasi dalam tingkah laku jahiliyah dan gerakan jahiliyah
===============================================================
Syumuliyatul Ibadah ( Kesempurnaan Ibadah )
A. Tujuan Materi
1. Memahami integralitas cakupan ibadah dalam Islam
2. Dapat menyebutkan bentuk-bentuk ibadah tersebut secara garis besar dalam berbagai lapangan kehidupan.
3. Termotivasi menjadikan seluruh gerak hidupnya sebagai pengabdian kepada Allah.
A. Kisi-kisi Materi
1. Integralitas Ibadah
2. Ibadah dalam Islam (QS. 2:21 , 51:56 )
a. Mencakup seluruh persoalan din
• Wajib
• Sunnah
• Mubah (QS. 3:19 , 5:3 )
2. Mencakup seluruh kehidupan
• Amal-amal yang baik
• Amal sosial
• Amal kehidupan
• Memakmurkan Bumi
• Menegakkan din (QS.2:208 )
d. Mencakup seluruh kehidupan manusia
• Hati
• Akal
• Anggota tubuh (QS. 3:191 )
===============================================================
Adhraar Al-Ghazwu Al-Fikri ( Bahaya Perang Pemikiran )
A. Tujuan Materi
1. Memahami ghazwul fikri sebagai sumber malapetaka yang mengancam umat Islam
2. Memahami seluk beluk bahaya tersebut dan dapat menyebutkan contoh-contohnya
3. Menyadari dan termotivasi untuk meninggalkan kehidupan jahiliyah.
B. Kisi-kisi Materi
1. Bahaya ghazwul fikri:
• Tertipu (QS. 35:6 )
• Cenderung pada orang kafir(QS. 11:13 )
• Mencintai orang kafir (QS. 3:118 )
• Menaati orang kafir (QS. 47:26 )
• Mengikuti tatacara hidup mereka (QS. 2:120 )
• Menyerupai perilaku dan penampilan mereka (QS. 5:51 )
• Memberikan loyalitas kepada mereka (QS. 5:51 )
2. Akibatnya:
• Kehinaan
• Mudah dikendalikan
• Mendapat laknat dan cobaan Allah
• Terjatuh dalam syirik
• Allah berlepas diri darinya
• Murtad dan azab
3. Timbullah kehidupan jahiliyah
===============================================================

Ta’riif Hizbusy Syaitan ( Mengenal Golongan Setan )
A. Tujuan Materi
1. Memahami kejadian manusia dari Allah dan hubungannya dengan Malaikat dan jin
2. Dapat menyebutkan secara benar kedudukan dan posisi Malaikat, jin, dan manusia di hadapan Allah
3. Menyadari permusuhan iblis dan setan terhadap orang-orang yang Mukmin
B. Kisi-kisi Materi
1. Allah swt. menciptakan manusia, jin, dan Malaikat, — Manusia dari tanah (QS. 15:26 )
2. Manusia dapat beriman dan dapat menjadi kafir(QS. 64:3 )
3. Jin dari api, ada dua macam (QS. 15:27 )
• Iblis (jin yang sudah pasti kafirnya)
• Jin biasa, ada yang beriman dan ada yang kafir (QS. 18:50 , 72:11 dan 14 )
4. Syaithan adalah gabungan iblis, manusia kafir, dan jin kafir (QS. 36:60 , 6:112 , 114:5 , 34:21 )
5. Iblis akan masuk ke dalam manusia manapun untuk menyelewengkannya dari jalan Allah swt. (QS.17:62 )
6. Sehingga akan terjadi pertarungan di antara setan dan manusia yang Mu'min
7. Allah swt. menciptakan Malaikat dari cahaya (Hadist) — Malaikat sepenuhnya tunduk dan patuh kepada Allah swt. (QS. 21:19 , 20 , 26 , 27 )
===============================================================
Qadhiyyah Al-Ummah ( Masalah Umat )
A. Tujuan Materi
1. Memahami problematika-problematika umat Islam yang dihadapi seorang dai dan dapat menyebutkan penyebab-penyebabnya
2. Memahami bahwa tarkiz dari penyelesaian problema tersebut adalah mentakwin syakhshiyah Islamiyah dan umat Islam
3. Menyadari peran sikap komitmen terhadap akhlak dan tsaqafah Islamiyah dalam membentuk syakhshiyah Islamiyah mutakamilah.
B. Kisi-kisi Materi
Persoalan umat disebabkan oleh:
1. Kejiwaan manusia:
• Kecenderungan
• Watak
• Syahwat
• Insting
2. Persoalan temporer adalah:
• Sisa-sisa masa penyelewengan dengan: raja /diktator, kebaikan yang berpenyakit, para penyeru ke neraka jahannam, ditinggalkannya hukum sampai ditinggalkannya shalat. Dua perkara di atas menyebabkan kaum Muslimin jahil terhadap Islam
• Penyakit-penyakit hasil penjajahan seperti berbagai lembaga kekufuran, keterbe-lakangan pengetahuan, cara berpikir yang salah dan kejiwaan yang salah. Hal ini menyebabkan adanya dominasi musuh-musuh terhadap umat.
• Kekuatan yang menantang seperti dengan perencanaannya, dengan penyusunannya dan sarananya. Mereka melakukan perang jahiliyah yang tersusun rapi.
3. Akibatnya umat Islam seperti buih yang ringan timbangannya dan mengikuti arus. Jalan keluarnya adalah ilmu pengetahuan, pembi-naan/tarbiyah dan jihad.
===============================================================
Al-Istiqamah ( Konsisten )
A. Tujuan Materi
1. Memahami makna istiqamah dalam kebenaran, baik secara lafazh maupun syar'i.
2. Mengerti cara-cara menerapkan istiqamah dalam mabda', manhaj, maupun ghayah.
3. Dapat menunjukkan contoh-contoh sikap yang tidak istiqamah di dalam memperjuangkan dinullah.
B. Kisi-kisi Materi
1. Istiqamah (Konsisten). Mabda'/prinsip hidupnya: semata karena Allah. Dalam konsep, karena dia lillah maka ia beserta Allah, yaitu dengan manhaj Allah (Al-Islam). Dari segi tujuan hidup, maka ia menuju Allah (QS. 6:162 ), atau menuju Islam (QS. 2:193 , 8:39 ) yang disebut istiqamah (QS. 42:15 , 41:30 , 31 , dan 32 , 11:112 )
2. Ghairu istiqamah. Mabda (prinsip) hidupnya karena untuk non Islam (isme-isme jahiliyah) maka hasilnya untuk selain Allah. Dalam konsep (manhaj) karena dia tanpa Islam atau bukan dengan Islam maka ia beserta setan. Dari segi tujuan hidup karena menuju selain Islam maka menuju selain Allah (QS. 18:103 , 24:39 ) yang disebut kufur. Munharrifin (muna-fik), mudzabdzab (tidak punya pendirian) dan tidak istiqamah (QS. 4:137 ,143 ,150 )
3. Furqan:pembeda antara yang haq dan yang batil (QS. 25:1
Ash-Shiraa' Bainal Haq Wal Baathil ( Pertarungan Antara Yang Haq Dan Bathil )
A. Tujuan Materi
1. Memahami bahwa dalam kehidupan ini senantiasa ada pertarungan antara yang haq dan yang batil.
2. Memahami bahwa para penegak kebenaran yang bergabung dalam hizbullah akan berhadapan derigan para penegak kebatilan yang bergabung dalam hizbusy syaithan.
3. Meyakini bahwa hizbullah mesti memperoleh kemenangan dari Allah sedangkan hizbusy syaithan pasti akan kalah.
B. Kisi-kisi Materi
1. Allah
• Allah Yang Maha Pencipta (QS. 10:4 , 67:3 , 59:24 )
• Maha Mengetahui (QS. 67:14 , 36:79 )
• Maha Bijaksana (QS. 59:24 , 61:1 , 62:1 )
• Allah adalah Al Haq (QS. 10:32 , 22:62 )
2. Dinullah
• Diin Allah adalah diin yang Haq (QS. 48:28 , 9:33 , 61:9 )
• Memerlukan para pendukung (QS. 61:14 , 47:7 )
• Para pendukung disebut jundullah (QS. 48:4 dan 7 , 37:171 , 172 dan 173 , 58:21 )
• Bergabung di dalam hizbullah (QS. 5:55 -56 , 58:22 )
• Mereka pasti menang dan jaya (QS. 30:47 , 5:56 )
3. Ghairu Dinullah
• Selain Allah adalah makhluk yang diciptakan (QS. 16:17 , 22:73 )
• Yang sangat bodoh (QS. 33:73 )
• Berorientasi pada prasangka, dugaan, analisa (QS. 10:36 , 6:116 )
• Selain Allah adalah batil (QS. 10:32 , 22:62 )
• Membuat selain dinullah /dinul malik (OS.12:76 , 42:26 )
• Para pendukungnya adalah penolong syaitan disebut juga ansharul batil (QS. 4:141 )
• Disebut juga tentara-tentara iblis (QS 26:94 -95 )
• Bergabung dalam hizbus syaithan (QS. 7:27 , 58:19 )
• Mereka pasti kalah dan merugi (QS. 54:45 , 3:12 )
===============================================================
Takwiin Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah ( Membentuk Kepribadian Islami )
A. Tujuan Materi
1. Memahami bahwa dalam takwinus syakhshiyah Islamiyah diperlukan iman yang lurus, taqwa yang sebenar-benarnya, dan mengislamkan kehidupan
2. Dapat member! contoh sikap iman dan taqwa
3. Dapat menggambarkan perubahan umat yang dicapai dengan manhaj yang benar beserta contoh-contohnya pada setiap marhalah.
B. Kisi-kisi Materi
1. Membentuk kepribadian Islami
2. Melalui pendekatan iman
• Dinamika iman (QS. 5:54 , 49:15 )
• Yakin (QS. 2:4 , 49:15 )
• Menyerah (QS. 4:65 )
• Mendengar dan taat (QS. 2:285 , 5:7 , 24:51 )
• Mengikuti pedoman (QS. 12:108 )
• Tidak keberatan (QS. 4:65 )
• Tidak ada pilihan lain (QS. 33:36 )
3. Taqwa yang sebenar-benarnya (QS. 3:102 )
• Landasan hidup (QS. 5:27 , 22:37 )
• Sebagai timbangan/ukuran (QS. 49:13 )
• Bekal(QS.2:97 )
• Sebagai pakaian (QS. 7:26 )
4. Islamisasi kehidupan (QS. 2:208 )
5. Wujud kepribadian Islam yang sempurna.
===============================================================
Ahammiyah At-Tarbiyah ( Pentingnya Tarbiyah )
A. Tujuan Materi
1. Memahami urgensi tarbiyah dalam membentuk khairu umah dan akibat-akibat yang ditimbulkan karena ketiadaan tarbiyah
2. Dapat menyebutkan marahil yang ditempuh Rasulullah dalam melakukan tarbiyah
3. Menyadari bahwa terwujudnya pola tarbiyah yang benar dapat memberikan kenikmatan yang besar dalam kehidupann umat.
B. Kisi-kisi Materi
1. Umat jahiliyah (QS. 39:64 , 25:63 )
2. Ciri-cirinya adalah:
• Bodoh (QS. 33:72 )
• Hina (QS. 95:4 -5 )
• Lemah (QS. 4:28 )
• Miskin(QS. 35:14 )
• Berpecah belah (QS. 3:103 )
3. Berada dalam kesesatan yang nyata (QS. 62:2 )
4. Penyelamatan Allah swt. melalui Rasul-Nya yaitu memberikan tarbiyah (pendidikan) (QS.2:151 , 3:164 , 62:2 )
5. Tarbiyah memiliki tiga tahapan:
• Tilawah (membaca)(QS. 96:1 , 2:121 )
• Mensucikan (QS. 91:7 , 8 , 9 , dan 10 , 92:17 , 18 , 19 , 20 dan 21 )
• Mengajarkan pedoman (QS. 3:79 )
6. Hasilnya adalah kenikmatan yang besar yaitu:
• Pengetahuan (QS. 96:5 , 93:7 , 49:17 )
• Kemuliaan (QS. 63:8 )
• Kekuatan (QS. 8:60 , 93:8 )
• Persatuan (QS.21:90 , 3:103 )
7. Kesemuanya membentuk umat yang terbaik (QS. 3:110 )
===============================================================
Daurusyabaab Fi Haml Ar-Risaalah ( Peran Pemuda Dalam Memikul Tugas Risalah )
A. Tujuan Materi
1. Memahami peranan pemuda dalam da'wahdan harakah Islamiyah di tengah-tengah masyarakat
2. Memahami bentuk sirri yang wajib ditempuh harakah Islamiyah dalam perjuangannya menegakkan mulkiyatullah
3. Memahami sarana-sarana untuk dapat mengendalikan masyarakat dan berupaya untuk mencapainya secara manhaji
B. Kisi-kisi Materi
1. Peran pemuda dalam memikul tugas risalah
2. Mengangkat semangat dari problematika (QS. 21:52 dan 67 , 26:69 -70, 10:83 -84)
3. Generasi penerus (QS. 52:21 , 25:74 )
4. Generasi pengganti (QS. 5:54 , 47:38 )
5. Pembaru moral umat (QS. 2:246 -247)
6. Unsur perbaikan (QS. 18:13 -14)
7. Pembekalan
8. Tarbiyah jiwa (QS. 28:7 , 8 , 9, 10 , 11 dan 12 , 5:114 )
9. Bijaksana dan ilmu (QS. 28:14 ,12:22 )
10. Membentuk pribadi-pribadi pemimpin dan anggota yang bergerak (QS. 12:55 , 28:26 , 9:128 , 8:45 , 46 dan 47 )
11. Berharakah (QS. 3:169 , 2:154 )
===============================================================
Larangan Meminang Wanita yang Sedang di Pinang
1. Dalil dari Alquran
1. (QS. Al Maidah: 87)
2. (QS. Al Ahzab: 58)
3. (QS. Al Maidah: 87)
4. (QS. Al Ahzab: 58)
Dalil
Hadits 1
Sahabat Abdirrahman bin Syamasah pernah mendengar Uqbah bin Amir berkata di atas mimbar,
bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Orang mukmin adalah bersaudara dengan mukmin lainnya.
Tidak halal bagi seorang mukmin membeli sesuatu yang sedang ditawar saudarainya sesama mukmin.
Dari tidak halal bagi seorang mukmin meminang pinangan saudaranya sesama mukmin,
kecuali kalau saudaranya itu sudah meletakkan pinangannya." (HR. Muslim).
Hadits 2
Ibnu Umar ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Janganlah seseorang menawar
barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jangan pula seseorang melamar wanita yang
sedang dilamar orang lain, kecuali kalau dia mendapat izin (dari pelamarpertama).
" (HR. Muslim).
Hadits 3
Abi Hurairah ra telah berkata: "Nabi saw telah melarang seorang pedagang kota menjual sesuatu
kepada orang yang hidup di pedesaan, melarang saling mencari-cari kejelekan orang lain,
melarang seseorang melamar wanita yang sedang dilamar, dan melarang seorang wanita bertanya
menanyakan tentang thalaq yang dijatuhkan kepada wanita lain agar mengetahui apa yang berada
di dalam kandungannya." Dalam riwayat lain sahabat Amriri rnemberikan tambahan teks:
"Dan melarang pula seseorang menawar barang dagangan yang sedang ditawar orang lain.
" (HR. Muslim).
=====================================================================
Larangan Tabaruj Bagi Wanita
1. Dalil dari Alquran
1. (QS. Al Ahzab: 33)
2. (QS. An Nur: 31)
Hadist 1
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Ada dua golongan manusia
yang menjadi penghuni neraka, yang selamanya aku tidak pemah menduganya: Segolongan
kaum yang memiliki cemeti seperti ekor sapi, yang dengannya mereka
memukul (menyakiti) orang lain, dan segolongan kaum wanita.
yang membuka auratnya (berkain tipis lagi merangsang) yang berlenggak lenggok
sambil menggeleng-gelengkan kepala ke sana ke mari. Mereka sama sekali tidak
akan masuk sorga, dan mencium baunya saja tidak. Padahal bau sorga bisa tercium dari
kejauhan perjalanan beberapa puluh tahun." (HR. Muslim).
Hadist 2
Sahabat Aisyah ra telah berkata: Pada suatu waktu Asma binti Abu Bakar masuk
ke rumah Rasulullah saw, sedangkan dia mengenakan pakaian tipis. Maka kemudian
Rasulullah berpaling darinya, seraya bersabda: "Ya Asma', seorang wanita apabila
sudah baligh, tidak pantas lagi memperlihatkan tubuhnya kecuali wajah dan telapak
tangan." (HR. Abu Dawud, dan menurutnya termasuk hadis mursal.
Sebab Khalid bin Darik tidak pernah bertemu dengan Aisyah).
===============================================================
Mempergauli Isteri dengan Baik
1. Dalil dari Alquran
1. (QS. An Nisa: 19)
2. (QS. Al Baqarah: 31)
3. (QS. Al Baqarah: 228)
Hadits 1
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Orang yang
paling sempurna imannya di antara orang-orang mukmin adalah yang paling baik
akhlaknya. Dan sebaik- baik kamu adalah yang paling sayang kepada istrinya.
" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).
Hadits 2
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Berwasiatlah kamu kepada
istri-istrimu dengan kebaikan. Sebab wanita diciptakan dari tulang rusuk yang sangat lunak (lemas)
sekali. Sedangkan yang paling mudah bengkok (lengkok) dari tulang rusuk adalah bagian yang
paling atas (tempat diciptakannya wanita). Apabila tulang rusuk itu hilang sarinya, maka mudah pecah.
Karena itu, wanita apabila tidak selalu diberi nasehat ke arah kebaikan, maka akan mudah bengkok
perilakunya. Maka berwasiatlah dengan kebaikan kepada istri-istrimu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits 3
Muawiyah bin Haidah ra berkata: Aku pemah bertanya kepada Rasulullah saw: "Ya Rasulullah,
apakah hak istri salah seorang di antara kami terhadap suaminya?" Jawab Rasulul¬lah: "Berilah makan
bila engkau makan, dan berilah pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukulnya pada
bagian wajah, dan jangan pula engkau mengatakan sesuatu yang jelek. kepadanya, serta janganlah
engkau mendiamkannya kecuali di tempat tidur." (HR. Abu Dawud).
Hadits 4
Hakim mengetengahkan sebuah riwayat bersumber dan sahabat Mu'adz, bahwa Rasulullah saw
telah bersabda: "Sekiranya aku diperbolehkan memerintahkan kepada seseorang untuk bersujud
kepada orang lain, niscaya aku perintahkan kepada seorang istri untuk bersujud kepada suaminya
lantaran besarnya hak suami terhadap istri. Dan seorang istri tidak akan bisa merasakan
manisnya iman sebelum dia bisa memenuhi hak-hak suami, hingga seandainya suami minta dilayani
sedangkan dia berada di atas kendaraan, dia pun harus melayaninya."
Hadits 5
Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Apabila seorang suami mengajak
istrinya ke ranjang (bersenggama) kemudian istrinya menolak, hingga suami semalaman merasa
kecewa, maka dia (istri) dilaknat oleh para malaikat hingga pagi hari (hingga suaminya merasa rela)
." (HR. Bukhari dan Muslim).

No comments:

Post a Comment

Post a Comment